Pemanfaatan Lahan di Kabupaten Kendal , 2017

Pemanfaatan Lahan di Kabupaten Kendal , 2017 Adapun pemanfaatan dan pengembangan wilayah Kabupaten Kendal berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kabupaten Kendal adalah sebagai berikut: 1) Kawasan Budidaya. Kawasan budi daya adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya buatan. a) Kawasan Peruntukan Hutan Produksi; Kawasan hutan produksi terdiri atas hutan produksi terbatas dan hutan produksi. Kawasan hutan produksi terbatas dengan luas kurang lebih 1.182 (seribu seratus delapan puluh dua) hektar berada di Kecamatan Limbangan; Kecamatan Sukorejo; Kecamatan Plantungan; dan di Kecamatan Singorojo. Sedangkan Kawasan hutan produksi dengan luas kurang lebih 15.225 (lima belas ribu dua ratus dua puluh lima) hektar berada di Kecamatan Limbangan; Kecamatan Singorojo; Kecamatan Kaliwungu Selatan; Kecamatan Ringinarum; Kecamatan Boja; Kecamatan Pageruyung; Kecamatan Weleri; Kecamatan Plantungan; Kecamatan Kaliwungu; dan Kecamatan Sukorejo.

b) Kawasan Peruntukan Hutan Rakyat; Kawasan hutan rakyat berupa hutan produksi di luar kawasan hutan yang dikelola oleh masyarakat meliputi: sebagian Kecamatan Limbangan; sebagian Kecamatan Singorojo; sebagian Kecamatan Kaliwungu Selatan; sebagian Kecamatan Ringinarum; sebagian Kecamatan Boja; sebagian Kecamatan Pageruyung; sebagian Kecamatan Gemuh; sebagian Kecamatan Weleri; sebagian Kecamatan Plantungan; sebagian Kecamatan Kaliwungu; dan sebagian Kecamatan Sukorejo.

c) Kawasan Peruntukan Pertanian; Kawasan pertanian terdiri atas kawasan tanaman pangan; kawasan hortikultura; kawasan perkebunan; dan kawasan peternakan. Kawasan tanaman pangan dengan luas kurang lebih 22.666 (dua puluh dua ribu enam ratus enam puluh enam) hektar meliputi: sebagian Kecamatan Rowosari; sebagian Kecamatan Kangkung; sebagian Kecamatan Cepiring; sebagian Kecamatan Patebon; sebagian Kecamatan Kendal; sebagian Kecamatan Brangsong; sebagian Kecamatan Kaliwungu; sebagian Kecamatan Ngampel; sebagian Kecamatan Pegandon; sebagian Kecamatan Gemuh; sebagian Kecamatan Weleri; sebagian Kecamatan Ringinarum; sebagian Kecamatan Sukorejo; sebagian Kecamatan Limbangan; sebagian Kecamatan Singorojo; sebagian Kecamatan Boja; sebagian Kecamatan Patean; sebagian Kecamatan Plantungan; sebagian kecamatan Kaliwungu Selatan; dan sebagian kecamatan Pageruyung. Kawasan hortikultura dengan luas kurang lebih 5.723 (lima ribu tujuh ratus dua puluh tiga) hektar meliputi: sebagian Kecamatan Rowosari; sebagian Kecamatan Kangkung; sebagian Kecamatan Cepiring; sebagian Kecamatan Patebon; sebagian Kecamatan Kendal; sebagian Kecamatan Brangsong; sebagian Kecamatan Kaliwungu; sebagian Kecamatan Ngampel; sebagian Kecamatan Ringinarum; sebagian Kecamatan Kaliwungu Selatan; sebagian Kecamatan Gemuh; dan sebagian Kecamatan Pegandon. Kawasan perkebunan dengan luas kurang lebih 20.135 (dua puluh ribu seratus tiga puluh lima) hektar meliputi sebagian Kecamatan Limbangan; sebagian Kecamatan Boja; sebagian Kecamatan Singorojo; sebagian Kecamatan Patean; sebagian Kecamatan Pageruyung; sebagian Kecamatan Plantungan; sebagian Kecamatan Sukorejo; dan sebagian Kecamatan Ngampel. Kawasan peternakan menyebar hampir di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Kendal. Adapun komoditas dari industri peternakan yang ada di Kabupaten Kendal adalah sapi, kerbau, kuda, kambing, domba , ayam buras, kelinci, iitik, dan ayam ras.

d) Kawasan Peruntukan Perikanan; Rencana pengembangan kawasan perikanan terdiri dari kawasan pengembangan perikanan tangkap; kawasan pengembangan budidaya air payau; kawasan pengembangan budidaya air tawar; dan kawasan pengembangan budidaya laut. Kawasan pengembangan perikanan tangkap terdiri dari perikanan tangkap di laut yang memanfaatkan potensi perairan pantai utara; dan perikanan tangkap di perairan umum yang memanfaatkan potensi waduk, rawa, sungai, dan embung. Kawasan pengembangan budidaya air payau dengan luas kurang lebih 3.531 (tiga ribu lima ratus tiga puluh satu) hektar meliputi Kecamatan Rowosari; Kecamatan Kangkung; Kecamatan Cepiring; Kecamatan Patebon; Kecamatan Kendal; Kecamatan Brangsong; dan Kecamatan Kaliwungu. Sementara itu kawasan pengembangan budidaya air tawar hektar tersebar di seluruh kecamatan. Kawasan pengembangan budidaya laut dengan jarak sampai dengan 4 (empat) mil laut, sepanjang pesisir utara meliputi Kecamatan Kaliwungu; Kecamatan Brangsong; Kecamatan Kendal; Kecamatan Patebon; Kecamatan Cepiring; Kecamatan Kangkung; dan Kecamatan Rowosari.

e) Kawasan Peruntukan Pertambangan; Pengembangan kawasan pertambangan terdiri atas mineral; minyak dan gas bumi; panas bumi; Kawasan pertambangan mineral terdiri atas mineral logam; mineral bukan logam; dan batuan. Kawasan pertambangan mineral logam berada di sepanjang kawasan Pantai Muara Desa Pidodo Kulon Kecamatan Patebon sampai kawasan Pantai Ngebom Desa Mororejo Kecamatan Kaliwungu. Kawasan pertambangan mineral bukan logam meliputi Kecamatan Pegandon Kecamatan Weleri; Kecamatan Pageruyung; Kecamatan Patean; Kecamatan Sukorejo; Kecamatan Singorojo; dan sepanjang Sungai Bodri. Adapun Kawasan pertambangan batuan meliputi Kecamatan Limbangan; Kecamatan Boja; Kecamatan Ngampel; Kecamatan Brangsong; Kecamatan Kaliwungu Selatan; Kecamatan Kaliwungu; Kecamatan Weleri; Kecamatan Pageruyung; Kecamatan Sukorejo; sepanjang Sungai Bodri. Kawasan pertambangan minyak dan gas bumi berskala kecil berada di Kecamatan Gemuh. Sedangkan Kawasan Pertambangan Panas bumi berada di Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Gunung Ungaran.

f) Kawasan Peruntukan Industri; Kawasan industri terdiri atas industri besar; industri sedang; daindustri kecil atau mikro. Kawasan industri besar dan industri sedang berada di Kecamatan Kaliwungu. Pengembangan kawasan industri besar dan industri sedang memiliki luas total kurang lebih 1.200 (seribu dua ratus) hektar. Sedangkan sentra industri berada di seluruh kecamatan.

g) Kawasan Peruntukan Pariwisata; Pengembangan kawasan pariwisata difokuskan kepada pariwisata budaya; pariwisata alam; dan pariwisata buatan. Kawasan pariwisata budaya meliputi Makam Pangeran Juminah dan Makam Sunan Katong berada di Kaliwungu Selatan; Makam Nyai Dapu dan Makam Sunan Bromo berada di Kecamatan Boja; Situs Batu Seloarjuno dan Kampung Jawa Sekatul berada di Kecamatan Limbangan; dan Goa Maria berada di Kecamatan Weleri. Kawasan pariwisata alam meliputi Pantai Sendangkulon, Pantai Jungsemi, dan Pantai Tanjungmojo berada di Kecamatan Kangkung; Pantai Sendangsikucing berada di Kecamatan Rowosari; Wana Wisata berada di Kecamatan Ringinarum; Curug Semawur, Tuk Air Hangat Tirtomoyo, dan Agrowisata Ngebruk berada di Kecamatan Patean; Curug Sewu berada di Kecamatan Patean; Goa Kiskendo dan Bendung Singorojo berada di Kecamatan Singorojo; Air Panas Gonoharjo, Goa Jepang, dan Air Terjun Panglebur gongso berada di Kecamatan Limbangan: dan Pantai Muara Kencan di Kecamatan Patebon. Kawasan pariwisata buatan meliputi: Plantera berada di Kecamatan Patean; Agrowisata Ngadiwarno berada di Kecamatan Sukorejo; Wisata Kuliner Pemancingan berada di Kecamatan Weleri; Pantai Cahaya/Atraksi Lumba-lumba berada di Kecamatan Rowosari; dan Agrowisata Darupono, Agrowisata Kedungsuran, dan Agrowisata Jerukgiling berada di Kecamatan Kaliwungu Selatan.

h) Kawasan Peruntukan Permukiman; Kawasan permukiman meliputi kawasan permukiman perkotaan dengan luas rencana peruntukan kurang lebih 8.734 (delapan ribu tujuh ratus tiga puluh empat) hektar, dan kawasan permukiman perdesaan dengan luas rencana peruntukan kurang lebih 10.132 (sepuluh ribu seratus tiga puluh dua) hektar. Kawasan permukiman perkotaan meliputi permukiman berada di perkotaan Kendal, dan permukiman yang merupakan bagian dari ibukota kecamatan. Sedangkan kawasan permukiman perdesaan berada di seluruh kecamatan.

i) Kawasan Peruntukan Pesisir; Kawasan pesisir di Kabupaten Kendal meliputi Kecamatan Rowosari; Kecamatan Kangkung; Kecamatan Cepiring; Kecamatan Patebon; Kecamatan Kendal; Kecamatan Brangsong;dan Kecamatan Kaliwungu.

j) Kawasan Peruntukan Pertahanan Dan Keamanan; Kawasan pertahanan dan keamanan meliputi Komando Distrik Militer (Kodim) 0715 yang berada di Kelurahan Pekauman Kecamatan Kendal, Komando Daerah Militer (Kodam) 408 yang berada di Desa Penyangkringan Kecamatan Weleri, dan Kepolisian Resor (Polres) Kendal yang berada di Kelurahan Karangsari Kecamatan Kendal. 2) Kawasan Lindung. Kawasan lindung adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam dan sumber daya buatan. Rencana pengembangan kawasan lindung di Kabupaten Kendal terdiri atas:

a) Hutan Lindung; Hutan lindung dengan luas kurang lebih 1.704 (seribu tujuh ratus empat) hektar meliputi Kecamatan Limbangan; Patean; Plantungan; Singorojo; Sukorejo, dan Boja.

b) Kawasan yang Memberikan Perlindungan Terhadap Kawasan Bawahannya; Kawasan lindung yang memberikan perlindungan terhadap kawasan dibawahnya berupa kawasan resapan air. Kawasan resapan air di Kabupaten Kendal meliputi sebagian Kecamatan Limbangan; sebagian Kecamatan Boja; sebagian Kecamatan Singorojo; sebagian Kecamatan Patean; sebagian Kecamatan Sukorejo; sebagian Kecamatan Plantungan; dan Kecamatan Pageruyung.

c) Kawasan Perlindungan Setempat; Kawasan perlindungan setempat terdiri atas kawasan sempadan pantai; kawasan sempadan sungai; kawasan sekitar danau/waduk; kawasan terbuka hijau perkotaan; kawasan dengan kemiringan 40 % (empat puluh persen) atau lebih; kawasan sempadan rel kereta api. Kawasan sempadan pantai ditetapkan 100 (seratus) meter dari titik pasang tertinggi pantai meliputi Kecamatan Rowosari; Kecamatan Kangkung; Kecamatan Cepiring; Kecamatan Patebon; Kecamatan Kendal; Kecamatan Brangsong; dan Kecamatan Kaliwungu. Kawasan sempadan sungai meliputi sempadan sungai di dalam kawasan perkotaan (sungai bertanggul dan sungai tidak bertanggul); sempadan sungai di luar kawasan perkotaan; sempadan sungai di luar permukiman; dan sempadan sungai di dalam permukiman; Kawasan terbuka hijau kota termasuk didalamnya hutan kota berfungsi untuk menjaga fungsi hidrologis, memelihara keindahan, mikrolimat, ekosistem, dan habitat fauna sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 huruf d dengan luas 2.683 (dua ribu enam ratus delapan puluh tiga) hektar atau 30% (tiga puluh persen) dari luas keseluruhan perkotaan. Kawasan dengan kemiringan 40% (empat puluh persen) atau lebih meliputi sebagian Kecamatan Limbangan; sebagian Kecamatan Plantungan; dan sebagian Kecamatan Sukorejo. Kawasan sempadan rel kereta api ditetapkan 6 (enam) meter dari batas luar pengamanan rel kereta api meliputi: sebagian Kecamatan Weleri; sebagian Kecamatan Ringinarum; sebagian Kecamatan Gemuh; sebagian Kecamatan Pegandon; sebagian Kecamatan Ngampel; sebagian Kecamatan Brangsong; sebagian Kecamatan Kaliwungu Selatan; dan sebagian Kecamatan Kaliwungu.

d) Kawasan Suaka Alam, Pelestarian Alam, Dan Cagar Budaya; Kawasan suaka alam, pelestarian alam, dan cagar budaya terdiri atas kawasan suaka alam; pantai berhutan bakau; dan kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan. Kawasan suaka alam di Kabupaten Kendal adalah kawasan Suaka Alam Pagerwunung Darupono berada di Kecamatan Kaliwungu Selatan seluas kurang lebih 33 (tiga puluh tiga) hektar. Kawasan pantai berhutan bakau meliputi Kecamatan Rowosari; Kecamatan Kangkung; Kecamatan Cepiring; Kecamatan Patebon; Kecamatan Kendal; Kecamatan Brangsong; dan Kecamatan Kaliwungu. Kawasan cagar budaya yaitu situs Seloarjuno berada di Kecamatan Limbangan; tugu gerbang Kabupaten Lama berada di Kecamatan Kaliwungu; tugu gerbang Pasarean berada di Kecamatan Kendal; dan Candi Gunung Gentong berada di Kecamatan Limbangan.

e) Kawasan Lindung Geologi; Kawasan lindung geologi merupakan kawasan yang memberikan perlindungan terhadap air. Kawasan ini meliputi kawasan imbuhan air, dan kawasan sempadan mata air. Kawasan imbuhan air dengan luas kurang lebih 17.876 (tujuh belas ribu delapan ratus tujuh puluh enam) hektar berada di sebagian Kecamatan Limbangan; sebagian Kecamatan Boja; dan sebagian Kecamatan Singorojo. Kawasan sempadan mata air ditetapkan selebar 200 (dua ratus) meter di sekeliling mata air meliputi sebagian Kecamatan Boja; sebagian Kecamatan Plantungan; sebagian Kecamatan Limbangan; sebagian Kecamatan Sukorejo; sebagian Kecamatan Patean; dan sebagian Kecamatan Singorojo.

f) Kawasan Rawan Bencana; Berdasarkan dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) yang disusun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal, terdapat 8 ancaman bencana yang terdapat di Kabupaten Kendal. Delapan ancaman bencana tersebut adalah banjir, kekeringan, tanah longsor, kebakaran gedung dan pemukiman, cuaca ekstrim, gelombang tinggi dan abrasi, kebakaran hutan dan lahan, serta gempa bumi. Kawasan yang masuk dalam daerah rawan banjir adalah Kecamatan Kaliwungu (daerah muara atau hilir Kali Aji pada Desa Mororejo dan muara Kali Waridin pada Desa Wonorejo), Kecamatan Brangsong (daerah hilir Sungai Waridin pada Desa Turunrejo), Kecamatan Kota Kendal (daerah hilir Kali Blorong pada Desa Bandengan dan Banyutowo, bagian hilir Kali Kendal pada daerah Bandengan dan Karangsari), Kecamatan Patebon (daerah hilir Kali Buntu pada Desa Wonosari serta daerah hilir Kali Bodri pada Desa Pidodo Wetan dan Pidodo Kulon), Kecamatan Rowosari (daerah hilir Kali Kutho pada Desa Jatipurwo, Gempolsewu dan Rowosari), dan Kecamatan Kangkung (daerah hilir Kali Blukar pada Desa Jungsemi, Kangkung, Tanjungmojo dan Rejosari serta daerah hilir Kali Damar pada Desa Sendang Dawung, Laban dan Karangmalang Wetan.
Kawasan rawan kekeringan di Kabupaten Kendal berdasarkan data dan pemetaan dari dokumen RPB terdapat di 286 desa. Potensi bahaya kekeringan yang dimaksud adalah jumlah ketersediaan air untuk kebutuhan hidup manusia, dan biota lain termasuk tanaman dan ternak dimana jika keadaan kering bertambah panjang waktunya akan menimbulkan kerugian sedikitnya harta benda patut diwaspadai dan dilakukan tindakan penanganan. Kekeringan yang terjadi biasanya di pengaruhi oleh bebarapa faktor fisik yaitu; bentuk lahan, curah hujan, kedalaman air tanah, dan tekstur tanah bagian atas yg berpengaruh terhadap daya meresapkan air hujan.. Kawasan rawan bencana longsor ada di seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Kendal. Dalam dokumen RPB disebutkan ada 135 desa yang berpotensi rawan longsor atau gerakan tanah. Gerakan tanah yang terjadi pada daerah bahaya tanah longsor tinggi berupa gerakan tanah dangkal dengan kedalaman bidang gelincir sekitar 1-3 m, kemiringan lereng 50o - 70o. Gerakan tanah yang terjadi karena kondisi litologi berupa tanah pelapukan dari breksi vulkanik yang matriksnya tersusun oleh lempung pasiran yang memiliki sifat semi impermeable sehingga apabila hujan dengan intensitas yang tinggi air permukaan akan menggenang pada tanah pelapukan dan akan tertahan pada bidang kontak antara tanah pelapukan dan batuan breksi vulkanik di bawahnya. Akibat tekanan air pada tanah meningkat menyebabkan kuat geser mengecil dan menyebabkan tanah pelapukan menjadi labil dan cenderung bergerak ke lereng bagian bawah. Potensi bencana berikutnya adalah kebakaran gedung dan permukiman. Kebakaran gedung dan permukiman didefinisikan sebagai bentuk kebakaran yang diakibatkan oleh nyala api yang sukar dikendalikan pada tempat yang tidak dikehendaki sehingga merugikan masyarakat. Indikator yang digunakan untuk peta bahaya kebakaran gedung dan pemukiman adalah frekuensi jumlah kejadian kebakaran, nilai kerugian ekonomi (miliar rupiah), jumlah korban meninggal dan jumlah korban luka berat. Semua desa di Kabupaten Kendal memiliki potensi terjadi bencana kebakaran gedung dan permukiman. Pemetaan bahaya cuaca ekstrim di Kabupaten Kendal menggunakan parameter yang sudah ditetapkan oleh BNPB melalui Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana. Pada peta zonasi bencana daerah rawan cuaca ekstrim disusun berdasarkan parameter keterbukaan lahan, kemiringan lereng, curah hujan tahunan yang divalidasi dengan data kejadian sebagai indikatornya. Dari parameter tersebut dapat disimpulkan, bahwa semakin luas area yang masuk dalam zonasi daerah rawan cuaca ekstrim, semakin besar ancaman terhadap bahaya cuaca ekstrim di wilayah tersebut. Wilayah rawan bencana cuaca ekstrim di Kabupaten Kendal berdasarkan data dari BPBD meliputi 203 desa. Kawasan rawan bencana gelombang tinggi dan abrasi (sebagian Kecamatan Rowosari; sebagian Kecamatan Kangkung; sebagian Kecamatan Cepiring; sebagian Kecamatan Patebon; sebagian Kecamatan Kendal; sebagian Kecamatan Brangsong; dan sebagian Kecamatan Kaliwungu). Adapun desa-desanya adalah Turunrejo, Purwokerto, Juwiring, Kaliayu, Kalirandu Gede, Korowelang Kulon, Korowelang Anyar, Margorejo, Sidomulyo, Mororejo, Wonorejo, Karangmalang Wetan, Tanjungmojo, Kadilangu, Kalirejo, Kalibuntu Wetan, Banyutowo, Karang Sari, Wonosari, Kartikajaya, Pidodo Wetan, Pidodo Kulon, Gempolsewu, dan Sendang Sikucing. Potensi bencana berikutnya adalah kebakaran hutan dan lahan. Kebakaran hutan dan lahan berdampak negatif bagi tumbuhan/tanaman, sosial ekonomi dan lingkungan hidup. Dampak negatif kebakaran hutan dan lahan tidak hanya bagi hutan dan lahannya itu sendiri, tetapi lebih jauh akan mengganggu kehidupan dan proses pembangunan. Kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah/dikendalikan, karena secara umum sudah diketahui bahwasannya kejadian kebakaran hutan dan lahan terjadi saat musim kemarau. Oleh karena itu, pengendalian kebakaran hutan dan lahan tidak hanya tertuju pada usaha pemadaman apinya saja, tetapi upaya pencegahan yang terencana dan berkelanjutan perlu diupayakan secara maksimal, baik saat musim kemarau ataupun saat musim penghujan. Desa di Kabupaten Kendal yang memiliki potensi bencana ini berjumlah 218 desa. Potensi bencana terakhir adalah gempa bumi. Berdasarkan peta bahaya gempabumi, maka diindikasikan wilayah yang rawan bencana gempabumi di Kabupaten Kendal adalah di semua desa (286 desa). Berdasarkan penilaian dan identifikasi kebencanaan di Kabupaten Kendal, dapat diambil kesimpulan bahwa potensi bencana di Kabupaten Kendal dibagi atas tiga tingkat ancaman yaitu: • Tingkat ancaman rendah berpotensi terjadi pada ancaman gelombang ekstrim-abrasi; • Tingkat ancaman sedang berpotensi terjadi pada ancaman banjir, tanah longsor; • Tingkat ancaman tinggi berpotensi terjadi pada ancaman banjir, tanah longsor, cuaca ekstrim, kebakaran gedung dan permukiman dan gempabumi.

g) Kawasan Lindung Lainnya Kawasan lindung lainnya di Kabupaten Kendal berupa kawasan perlindungan plasma nutfah. Kawasan perlindungan plasma nutfah terdiri atas kawasan perlindungan plasma nutfah di daratan, dan kawasan perlindungan plasma nutfah di lautan. Luas Kawasan perlindungan plasma nutfah di daratan dengan luas kurang lebih 1.736 (seribu tujuh ratus tiga puluh enam) hektar meliputi Kecamatan Limbangan; Kecamatan Plantungan; Kecamatan Sukorejo; dan Kecamatan Kaliwungu Selatan. Kawasan perlindungan plasma nutfah di lautan meliputi Kecamatan Rowosari; Kecamatan Kangkung; Kecamatan Cepiring; Kecamatan Patebon; Kecamatan Kendal; Kecamatan Brangsong; dan Kecamatan Kaliwungu.

Data and Resources

Additional Info

Field Value
Source dlh.kendalkab.go.id
Author Iwan Muhtadi, ST
Maintainer Bidang Tata Lingkungan
Version 1.0
Last Updated May 7, 2018, 11:09 (WIB)
Created May 7, 2018, 11:09 (WIB)
pemanfaatan lahan 1 Tahun